Al-Mumtazah
Menuju Pesantren Ramah Santri: Langkah Nyata PontrenMu Al-Mumtazah dalam Pelatihan “Zero Bullying”

Menuju Pesantren Ramah Santri: Langkah Nyata PontrenMu Al-Mumtazah dalam Pelatihan “Zero Bullying”

Menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah, aman, dan beradab bukan sekadar cita-cita, melainkan prioritas utama yang harus diperjuangkan. Pesantren seharusnya menjadi “rumah kedua” di mana santri tidak hanya menimba ilmu agama, tetapi juga merasa terlindungi secara fisik maupun mental.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mencegah dan menangani perundungan (bullying), LPP PWM Jawa Tengah (Korwil Karesidenan Banyumas) menggelar agenda krusial bertajuk “Pelatihan Kepengasuhan: Pesantren Zero Bullying”.

Sinergi Menuju Lingkungan Pesantren yang Sehat

Kegiatan ini dirancang untuk membekali para pengasuh dengan strategi preventif dan kuratif dalam menghadapi dinamika sosial santri. Acara ini berlangsung dengan khidmat pada:

  • Hari/Tanggal: Selasa, 27 Januari 2026
  • Lokasi: Pesantren Modern Wiriosoedarmo Muhammadiyah Gombong

Pelatihan ini menjadi wadah konsolidasi antar-pesantren Muhammadiyah di wilayah Banyumas dan sekitarnya untuk menyamakan persepsi: Tidak ada ruang bagi perundungan di dalam pesantren.

Kehadiran Delegasi PontrenMu Al-Mumtazah Ajibarang

Alhamdulillah, PontrenMu Al-Mumtazah Ajibarang turut mengambil peran aktif dalam upaya besar ini. Kehadiran tim delegasi menunjukkan keseriusan kami dalam meningkatkan standar pelayanan dan pengasuhan santri.

Delegasi kami diwakili langsung oleh jajaran pimpinan pengasuhan:

  1. Ust. Abdur Rahman Achmad, S.Sy., S.Pd. (Direktur Pesantren)
  2. Ust. Naufal Zuhdi Afif, S.Pd. (Wakil Direktur Urusan Ri’ayah)

Mengapa “Zero Bullying” Itu Penting?

Perundungan adalah musuh bagi kreativitas dan kesehatan mental santri. Melalui pelatihan ini, ilmu yang didapat akan segera diimplementasikan dalam pola pengasuhan harian di PontrenMu Al-Mumtazah. Fokus utamanya adalah:

  • Mendeteksi dini bibit-bibit perilaku perundungan.
  • Membangun komunikasi persuasif antara pengasuh dan santri.
  • Menciptakan kultur saling menghargai antar-santri (ukhuwah).

“Semoga ilmu yang didapat mampu meningkatkan kualitas pengasuhan agar santri kita tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, kompeten, dan bahagia tanpa bayang-bayang perundungan.”

Mari bersama-sama kita dukung terwujudnya pesantren yang nyaman, aman, dan menjadi tempat terbaik bagi santri untuk menjemput masa depan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *